Upacara Adat Sermo Hamengku Gati

Sermo Hamengku Gati

“Labuhan Sermo dan Ngguyang Raja Kaya”

Kampoeng Nggudang, Waduk Sremo, Kokap, Kulon Progo

 

Guyang Raja Kaya - Sermo Hamengku Gati

Prosesi "Ngguyang Raja Kaya" - Memandikan ternak warga. Foto: Tim Budparpora KP

 

“Raja kaya” merupakan istilah yang dipakai oleh masyarakat Sremo untuk menyebut hewan ternak berkaki empat, seperti sapi, kambing dan kerbau.

Pada mulanya setiap tanggal 1 Syawal anggota masyarakat Sremo menyambut dengan sukacita termasuk kebiasaan memandikan hewan ternak atau ngguyang rajakaya pada pagi hari setelah sholat subuh atau sebelum sholat Idul Fitri.

Pada malam hari tanggal 1 Syawal masyarakat juga membersihkan kandang ternak dan menaburi kandang ternak dengan bunga serta menempatkan lampu teplok sebagai penerangan di sana. Tradisi seperti tersebut di atas sudah dilakukan oleh masyarakat Sremo secara turun temurun sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta yang telah memberikan rejeki pada warga masyarakat berupa hewan ternak. Masyarakat melakukan kebiasaan ngguyang rajakaya di sungai yang ada di sekitar Sremo. Selain ngguyang rajakaya masyarakat juga melakukan do’a untuk arwah leluhur dengan melakukan tabur bunga di makam keluarga mereka yang telah meninggal.

Semenjak pembangunan Waduk Sermo, kebiasaan tersebut tetap dilaksanakan. Masyarakat melakukan ngguyang rajakaya dan tabur bunga di Waduk Sermo sebagai wujud penghormatan kepada leluhur Sremo. Di masa sekarang, kebiasaan turun temurun tersebut tetap dipertahanan oleh masyarakat bahkan dikemas kembali menjadi Labuhan Sermo oleh masyarakat Nggudang, Sremo tengah, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo dengan sebutan Upacara Adat Sermo Hamengku Gati. Labuhan Sermo yang diawali dengan kirab budaya di Kampung Nggudang Waduk Sermo yang melibatkan berbagai potensi yang ada merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Sang Maha Pencipta. Prosesi kirab dimulai dari halaman masjid setempat dan berakhir di tepi Waduk Sermo, kemudian peserta kirab melakukan tabur bunga di perairan Waduk Sermo dengan menggunakan beberapa perahu. Setelah itu dilakukan prosesi ngguyang Raja Kaya dan diakhiri dengan do’a bersama yang dipimpin oleh ulama yang diikuti oleh seluruh peserta kirab budaya dan warga masyarakat Kampung Nggudang dan Sekitarnya.

Sermo Hamengku Gati ini merupakan kegiatan rutin setiap 2 tahun sekali tiap bulan syawal, awalnya tahun 2010, kemudian 2012 & 2014. Sermo Hamengku Gati dilaksanakan di lapangan Nggudang, Sermo Tengah, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo di tepi barat Waduk Sermo. Selain kegiatan upacara adat juga dilaksanakan parade seni budaya dari beberapa group kesenian setempat.